DIBALIK DAPUR PIENTANG,ADA DERITA PMI YANG DIEKSPLOITASI DAN TIDAK TERLINDUNGI
27 November 2025
💥DIBALIK DAPUR PIENTANG,ADA DERITA PMI YANG DIEKSPLOITASI DAN TIDAK TERLINDUNGI ===================================== Seorang PMI yang seharusnya bekerja sebagai penjaga Akong lumpuh justru dipaksa memikul beban yang jauh di luar tugasnya.
Siang hari ia merawat Akong dan anak yang masih sehat, namun malam harinya tubuhnya dipaksa bekerja lagi memasak di warung pientang babi dari Senin pukul 19.00 hingga tengah malam, dan setiap Sabtu sejak pukul 18.00.
Jam kerja panjang, berdiri tanpa henti, membuat kaki dan pundaknya kram, namun tak ada ruang untuk mengeluh. Ketika rasa sakit makin parah dan beban kerja makin tak masuk akal, ia melakukan hal paling berani yang bisa dilakukan seorang pekerja migran atas panduan dari SBIPT dan NGO TIWA untuk menelpon 1955.
Dia pengaduan ingin pindah majikan karena dipaksa bekerja di luar job dan mengalami sakit hebat akibat jadwal kerja yang melanggar aturan.
Dia juga ingin memutus agen karena agen selalu lambat merespon bahkan ketika ia dalam keadaan darurat.
Tampak jelas bahwa agensi yang seharusnya melindungi justru absen. Ketika PMI menjerit meminta bantuan, agen bungkam. Ketika aturan dilanggar terang-terangan, agen tak bergerak.
Hingga akhirnya, 24 November 2025, Depnaker setempat melakukan sidak dan menemukan langsung kondisi kerja yang tidak manusiawi itu.
PMI tersebut kini sudah diamankan dan hak gaji juga sudah diberikan bahkan saat ini juga telah ditampung dishelter yang pastinya berada dibawah penampungan Depnaker Taiwan.
Kasus ini menjadi pengingat keras ketika perlindungan resmi gagal, keberanian PMI dan solidaritas yang menyelamatkan.
📍Informasi tentang SBIPT 👉 https://linktr.ee/sbipt
Salam SBIPT BERDAYA SEJAHTERA TERLINDUNGI
