Drama Kasus TUTI VS Agensi..sakit dengan pesawat transit!

Share
Drama Kasus TUTI VS Agensi..sakit dengan pesawat transit!

11 Maret 2026

Drama Kasus TUTI VS Agensi..sakit dengan pesawat transit!

Awalnya semua terlihat berjalan sesuai rencana.Tuti, yang sedang sakit serius, dijadwalkan akan pulang ke Indonesia.Pihak PT di Indonesia dan agensi serta KDEI koordinasi terkait biaya pengobatan dan proses kepulangan Tuti.

Secara administrasi, semuanya tampak tertata. Namun kenyataan di lapangan justru membuka sebuah babak drama yang tak terduga.Tanpa persetujuan Tuti dan tanpa pemberitahuan yang layak kepada SBIPT tiba-tiba agensi membeli tiket pesawat untuk kepulangan Tuti. Yang lebih mengejutkan lagi, tiket tersebut adalah penerbangan transit!!!

Informasi itu sampai kepada kami hanya beberapa jam sebelum waktu keberangkatan.

Kami syock pastinya!Bukan karena tidak tahu harus berkata apa, tetapi karena sulit percaya bahwa keputusan seperti itu bisa diambil.

Bagaimana mungkin seorang PMI yang kondisinya masih lemah, yang bahkan berjalan saja tidak mampu tanpa bantuan, justru dibelikan tiket dengan perjalanan berlapis dan transit? Perjalanan panjang yang bahkan bagi orang sehat pun bisa melelahkan, apalagi bagi seseorang yang sedang sakit.

Di titik itu, yang dipertaruhkan bukan sekadar jadwal penerbangan.Yang dipertaruhkan adalah nyawa seorang pekerja migran!!Sekali lagi ..NYAWA PMI CUIIIYYYYY!!!Yang selama ini dijuluki pahlawan..kami benar benar geram dalam kasus ini.

Sambil telepon dengan Tuti kami segera menghubungi staff Atnaker by chat Watsap yang tangani kasus ini untuk melakukan crosscheck. Kami perlu memastikan apakah prosedur ini benar-benar aman bagi kondisi Tuti.

Waktu berjalan cepat detik detik keberangkatan menuju bandara Taoyuen semakin dekat.Namun kabar yang datang kemudian justru menguatkan kekhawatiran kami.

Tuti dinyatakan tidak layak terbang!Tubuhnya terlalu lemah untuk menjalani perjalanan udara saat itu apalagi pesawat transit

Padahal waktu itu, pesawat yang seharusnya membawanya pulang sudah tinggal beberapa jam lagi.Akhirnya tiket tersebut dibatalkan dan Tuti tidak jadi pulang tadi malam.

Untuk memastikan keselamatannya, Tuti kemudian ditampung sementara di shelter pemerintah RI sambil menunggu kondisinya benar-benar memungkinkan untuk melakukan perjalanan pulang.

Kami juga menghubungi pihak agensi untuk memastikan kabar tersebut. Jawaban yang kami terima membenarkan semuanya yaitu kepulangan Tuti ditunda sampai kondisi kesehatannya memungkinkan.

Drama ini akhirnya berhenti di titik itu.Namun kasus ini menyisakan satu pertanyaan besar.

Bagaimana mungkin keputusan sepenting ini yang menyangkut kesehatan dan keselamatan seseorang bisa diambil dengan begitu ringan?

Kasus Tuti sekali lagi memperlihatkan kenyataan pahit yang sering terjadi dalam dunia pekerja migran bahwa ketika PMI jatuh sakit, sering kali kondisi mereka dianggap sebagai urusan yang harus segera diselesaikan, bukan sebagai manusia yang harus dilindungi.

Dan dari peristiwa ini kita belajar satu hal penting ketika seorang PMI sakit, yang dibutuhkan bukan sekadar tiket pulang!Yang dibutuhkan adalah tanggung jawab, kehati-hatian dan rasa kemanusiaan!

SBIPT BERDAYA SEJAHTERA TERLINDUNGI

Read more