November 2024,SBIPT bersama dengan organisasi lain baik dari Indonesia maupun negara lain…
November 2024,SBIPT bersama dengan organisasi lain baik dari Indonesia maupun negara lain telah menggelar konferensi media didepan MOL untuk memprotes serta menuntut kenaikan Gaji PRT di Taiwan.
Hal ini dilakukan untuk mendorong agar kenaikan gaji PRT segera diberlakukan.
Aksi ini juga dukungan dari gerakan gerakan sebelumnya yang telah dilakukan oleh berbagai organisasi dan pegiat migran
Dalam waktu dekat ini KDEI Taipei berencana akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Tenaga Kerja serta memfokuskan untuk "Kenaikan Gaji PRT".
Maka kami dari SBIPT, SEBIMA dan GANAS COMMUNITY Taiwan memberi masukan kepada KDEI sebagai berikut: 1.Agar melobby gaji PRT dinaikkan dengan skema upah minimum Taiwan. ~Naik secara serentak tidak hanya terbatas pada kontrak baru ~Naik secara berkala seperti halnya kenaikan gaji sektor formal setiap tahun
Dengan pertimbangan sebagai berikut: ~Angka inflasi yang terus meninggi ~Selisih gaji dengan sektor formal yang makin besar ~Biaya penempatan yang masih dibebankan kepada PRT ~PRT tidak dilindungi oleh UU Ketenagakerjaan sehingga tidak ada aturan mengenai jam kerja dan upah lembur ~Aturan hari libur masih sebatas kesepakatan ~Walau ada hari libur di PK namun karena kuasa libur dimajikan sehingga bisa diperjualbelikan ~Tidak adanya batasan pekerjaan yang jelas untuk PRT sehingga majikan rentan memberi beban pekerjaan pada pekerja rumah tangga.
SBIPT, SEBIMA dan GANAS COMMUNITY terus mendorong KDEI TAIPEI agar: 1.Sebagai negara pengirim dengan jumlah PMI terbesar di Taiwan berani melakukan tawar yang lebih besar kepada MOL agar ada perbaikan kebijakan untuk PMI
2.Terus melibatkan organisasi dalam diskusi dan pengambilan kebijakan
3.Rasa jumawah oleh perwakilan pemerintah RI hendaknya tidak terulang lagi seperti kenaikan gaji PRT pada periode sebelumnya.Sebab banyak pihak yang peduli terhadap pekerja migran baik dari Indonesia maupun negara lain termasuk sebagian masyarakat Taiwan.Yang mereka terdiri dari kaum akademisi, LSM dan ormas ormas yang keterlibatan serta solidaritasnya terhadap pekerja migran tidak diragukan.
Dan jauh sebelum perwakilan pemerintah berjalan dan merespon apa yang terjadi dilapangan pihak pihak tersebut sudah berusaha agar ada perbaikan kesejahteraan PMI
Saran dan masukan serta evaluasi hendaknya jadi pertimbangan bagi perwakilan pemerintah RI.
SBIPT BERDAYA,SEJAHTERA,TERLINDUNGI
