Pulang Lebaran,Diusir dan Kehilangan Tempat Pulang

Share
Pulang Lebaran,Diusir dan Kehilangan Tempat Pulang

23 Maret 2026

Pulang Lebaran,Diusir dan Kehilangan Tempat Pulang

Pulang dari libur Lebaran seharusnya menjadi momen hangat. Namun tidak bagi Ani. Setelah pamit baik-baik dan kembali tepat waktu sesuai kesepakatan, ia justru tidak dibukakan pintu oleh majikan bahkan diusir tanpa alasan jelas.

Ironis di saat otoritas Taiwan memberi ruang dan dukungan bagi pekerja migran untuk menjalankan sholat Ied, masih ada perlakuan yang mencederai martabat kemanusiaan.

Selama bekerja, Ani bahkan menerima tugas di luar jobdesk tanpa protes. Tapi loyalitas itu dibalas dengan penolakan. Tanpa tempat tujuan dan agensi yang tidak sigap menampung, Ani terpaksa kembali ke aula TMS dalam kondisi panik dan bingung.

Beruntung, solidaritas sesama PMI bergerak cepat.Ani terhubung dengan tim GANAS dan SBIPT, dan malam itu juga mendapatkan tempat aman sementara. Laporan pun segera dibuat ke hotline 1955 untuk ditindaklanjuti oleh Depnaker.

Kasus ini bukan yang pertama, dan bisa terulang jika tidak ada kesadaran bersama. Penting bagi kawan kawan untuk memahami haknya, termasuk hak atas kepastian kerja, perlindungan dan perlakuan manusiawi.

Libur bukan pelanggaran,kembali tepat waktu bukan kesalahan sehingga tidak ada alasan untuk mengusir.

Sudah saatnya perlindungan tidak hanya jadi wacana tetapi benar-benar dirasakan.

SBIPT BERDAYA SEJAHTERA TERLINDUNGI

Read more