SBIPT hadiri Undangan DCU dalam “3rd General Meeting of 3rd Session of Domestic…
17 November 2025 ------------------------------------
Taipei, 16 November 2025 SBIPT hadiri Undangan DCU dalam “3rd General Meeting of 3rd Session of Domestic Caretakers Union Taoyuan”
Serikat Buruh Industri Perawat Taiwan (SBIPT) menerima undangan resmi dari Domestic Caretakers Union (DCU) untuk menyampaikan sambutan dalam acara “3rd General Meeting of 3rd Session of Domestic Caretakers Union Taoyuan” yang diselenggarakan pada 16 November 2025.
Dalam sambutannya, Aan dan Ayu selaku perwakilan SBIPT menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada DCU yang terus menjaga semangat perjuangan pekerja domestik di Taiwan. Ia menegaskan bahwa SBIPT hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi membawa dukungan penuh, solidaritas tanpa syarat, serta komitmen kuat untuk berjalan bersama dalam perjuangan pekerja migran.
SBIPT menekankan bahwa perjuangan pekerja domestik baik dari Indonesia, Filipina, maupun negara lain adalah perjuangan yang sama: perjuangan untuk pengakuan, perlindungan, serta martabat sebagai pekerja. Dalam kondisi kerja yang sering tidak tampak oleh publik dan kebijakan yang belum sepenuhnya setara, ia mengingatkan bahwa tidak ada serikat buruh yang bisa berjuang sendirian.
“Ketika satu serikat berdiri tegak, serikat lainnya ikut menguat. Ketika satu serikat diserang, yang lain harus berdiri sebagai perisai,” ujarnya dalam sambutan.
SBIPT juga berharap melalui pertemuan tahunan ini, semakin banyak strategi kolektif, langkah bersama, dan gagasan besar yang dapat dibangun demi memperkuat posisi pekerja domestik di Taiwan. Meski berasal dari negara dan organisasi berbeda, tujuan utama tetap sama: memastikan pekerja domestik dihormati sebagai pekerja, bukan sekadar sosok tak terlihat dalam rumah tangga tempat mereka bekerja.
Acara ditutup dengan pesan solidaritas yang kuat: “Long live domestic workers! Long live workers! Long live solidarity!”
SBIPT berharap pertemuan ini membawa semangat baru, memperkuat organisasi, dan memastikan suara pekerja domestik semakin terdengar dalam ruang kebijakan maupun ruang publik.

